Home » Berita » CERMIN PROFIL SEORANG PEMIMPIN

CERMIN PROFIL SEORANG PEMIMPIN

Oleh: Dede Farhan Aulawi

Pada suatu malam, Sayidina Umar bin Khattab melakukan sebuah perjalanan keliling kota Madinah tanpa pemberitahuan. Tujuannya sederhana: melihat langsung kondisi rakyat yang dipimpinnya. Dalam sunyi ia berjalan, dalam gelap ia mendengar. Hati seorang pemimpin sejati memang tidak pernah bisa tenang sebelum memastikan kesejahteraan rakyatnya.

Di tengah perjalanan, Umar mendengar suara tangisan anak-anak yang kelaparan. Ia mendekati sumber suara tersebut, dan terlihatlah sebuah gubuk sederhana. Seorang ibu sedang sibuk di depan tungku, seolah memasak makanan. Namun ternyata yang direbusnya hanyalah air berisi batu. Sang ibu sengaja melakukan itu agar anak-anaknya terhibur dan mengira makanan sedang disiapkan, padahal perut mereka kosong.

Umar bertanya, mengapa tidak ada makanan yang dimasak? Dengan wajah penuh kesedihan, wanita itu menjawab bahwa mereka tidak memiliki apa pun untuk dimakan. Ia hanya berpura-pura agar anak-anak bisa terlelap karena kelelahan menunggu. Mendengar jawaban itu, hati Umar hancur. Rasa bersalah menyelimuti dirinya sebagai seorang pemimpin yang ternyata masih ada rakyatnya kelaparan.

Tanpa menunda, Umar segera kembali ke Baitul Mal (kas negara). Ia sendiri yang memanggul gandum, kurma, dan bahan makanan lainnya. Ketika sahabatnya menawarkan bantuan untuk membawakan, Umar menolak sambil berkata: “Apakah engkau akan menanggung dosaku di hari kiamat nanti?” Dengan peluh bercucuran, ia bawa sendiri bahan-bahan itu ke gubuk sang ibu.

Sumbang Saran Pemikiran Atas Besarnya Beban Hutang Negara

Bukan hanya membawakan, Umar juga memasak sendiri makanan tersebut hingga matang, lalu menyuapi anak-anak yang menangis tadi. Malam itu, tangisan berubah menjadi senyum dan tawa kecil penuh kebahagiaan. Umar pun berjanji akan terus memperhatikan mereka agar tidak lagi merasakan lapar.

Dari kisah ini, kita melihat betapa seorang pemimpin sejati memiliki hati yang peka terhadap penderitaan rakyat. Umar tidak pernah membiarkan perutnya kenyang ketika masih ada rakyat yang kelaparan. Ia tidak membangun istana megah selama masih ada rakyat yang hidup di gubuk reyot. Baginya, jabatan bukanlah kehormatan, melainkan amanah berat yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Kini, pertanyaan besar pun hadir bagi kita semua: Masih adakah profil pemimpin seperti itu di zaman sekarang?

Seorang pemimpin yang hadir bukan sekadar untuk dihormati, tetapi untuk melayani. Pemimpin yang tidak menunggu laporan, melainkan turun langsung menyaksikan realita. Pemimpin yang tidak bersembunyi di balik kemewahan, melainkan siap berbagi penderitaan. Pemimpin yang sadar bahwa kemuliaan sejati bukanlah pada kekuasaan, melainkan pada keikhlasan menjaga amanah rakyat.

Cermin profil Umar bin Khattab semestinya menjadi inspirasi bagi siapa pun yang hari ini mengemban amanah kepemimpinan. Karena pada akhirnya, keberhasilan seorang pemimpin tidak diukur dari banyaknya penghargaan yang diterima, tetapi dari seberapa banyak rakyat kecil yang bisa tersenyum karena kepemimpinannya.

Sikap Kritis dan Pemikiran Progresif Cermati Perkembangan Isu Strategis Nasional

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement