Potensi Bahaya Radiasi dalam Proses Eksplorasi Migas Skala Mikro
Oleh : Dede Farhan Aulawi
Eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) modern, termasuk pada skala mikro, memanfaatkan teknologi berbasis radiasi untuk meningkatkan akurasi data geologi dan geofisika. Penggunaan sumber radiasi, baik yang bersifat alami maupun buatan, memberikan kontribusi penting dalam pemetaan struktur bawah permukaan. Namun, pemanfaatan tersebut juga memiliki potensi bahaya yang harus dikelola secara ketat agar keselamatan pekerja dan lingkungan tetap terjamin.
Sumber Radiasi dalam Eksplorasi Migas Skala Mikro
Pada cakupan skala mikro—yakni eksplorasi dengan ruang lingkup terbatas, sumber daya kecil, atau aktivitas laboratorium dan lapangan berintensitas rendah—radiasi dapat berasal dari beberapa sumber utama:
-
Peralatan logging nuklir mikro, yang menggunakan isotop seperti Cesium-137 atau Americium-Beryllium untuk mengukur densitas batuan atau kandungan hidrogen. Meskipun lebih ringkas, peralatan ini tetap berpotensi menimbulkan paparan radiasi.
-
Radiasi alamiah (NORM) dari fluida reservoir, lumpur pengeboran, maupun kerak pipa yang mengandung radionuklida seperti Ra-226, Ra-228, dan Pb-210. Pada operasi skala mikro, volumenya kecil, tetapi konsentrasinya bisa signifikan.
-
Peralatan analisis laboratorium, seperti XRD, XRF, atau sinar gamma berintensitas rendah yang tetap menghasilkan radiasi ionisasi.
Mekanisme dan Dampak Risiko Radiasi
Paparan radiasi yang tidak terkendali dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan dan lingkungan, meliputi:
-
Efek deterministik, yang muncul akibat paparan dosis tinggi dalam waktu singkat, seperti luka bakar radiasi, kerusakan jaringan, atau kegagalan organ.
-
Efek stokastik, yaitu risiko kanker, mutasi genetik, atau gangguan reproduksi akibat paparan dosis rendah dalam jangka panjang.
-
Kontaminasi lingkungan dan peralatan akibat penumpukan kerak radioaktif dari NORM yang dapat menyebar ke tanah atau air jika tidak dikelola dengan baik.
-
Risiko operasional, seperti salah penanganan sumber radioaktif, kebocoran kapsul isotop, atau penggunaan alat X-Ray yang tidak terkalibrasi, yang sering terjadi pada proyek kecil dengan keterbatasan sumber daya.
Faktor Penyebab Risiko pada Eksplorasi Skala Mikro
Eksplorasi berskala mikro memiliki karakteristik tertentu yang meningkatkan kerentanan terhadap bahaya radiasi, di antaranya:
-
Keterbatasan SDM, termasuk minimnya tenaga ahli radiologi industri atau PPR bersertifikat.
-
Alat kontrol yang kurang memadai, seperti pemantauan radiasi, dosimeter, atau fasilitas penyimpanan isotop.
-
Pengawasan regulasi yang lebih longgar terhadap kegiatan kecil.
-
SOP keselamatan yang belum matang, sehingga aspek radiasi kurang diperhatikan.
Strategi Pengendalian Bahaya Radiasi
Untuk menekan risiko, diperlukan penerapan proteksi radiasi secara menyeluruh, bahkan pada proyek berskala kecil.
a. Pengendalian Teknik (Engineering Control)
-
Penggunaan perisai radiasi untuk sumber isotop dan perangkat X-Ray.
-
Memastikan kapsul isotop utuh dan bersertifikat.
-
Pemasangan alarm radiasi dan survey meter sederhana di lokasi kerja.
b. Pengendalian Administratif
-
Penyusunan SOP yang mengacu pada standar IAEA dan BAPETEN.
-
Penetapan zona kontrol dan zona pengawasan.
-
Pembatasan waktu paparan, menjaga jarak aman, serta penggunaan perisai dengan benar.
c. Manajemen SDM dan Kompetensi
-
Pelatihan dasar radiasi bagi seluruh pekerja lapangan.
-
Penunjukan PPR minimal level 1 untuk operasi skala mikro.
-
Pencatatan dosis radiasi melalui dosimeter pribadi.
d. Penanganan NORM
-
Identifikasi sumber NORM pada lumpur bor, air formasi, dan kerak pipa.
-
Pemantauan dan pengelolaan limbah radioaktif sesuai standar BAPETEN.
-
Penggunaan APD khusus saat penanganan scale.
e. Tindakan Darurat Radiasi
-
Penyediaan prosedur darurat untuk kehilangan sumber, kerusakan kapsul, atau kebocoran radiasi.
-
Ketersediaan perlengkapan darurat seperti detektor portable, segel, dan kontainer khusus.
Eksplorasi migas skala mikro sering dianggap berisiko rendah karena cakupannya kecil. Namun, penggunaan teknologi berbasis radiasi dan potensi paparan NORM membuat kegiatan ini tetap memiliki risiko kesehatan dan lingkungan. Disiplin dalam proteksi radiasi, peningkatan kompetensi, serta kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci utama pengendalian risiko. Dengan pendekatan yang tepat, eksplorasi skala mikro dapat berlangsung dengan aman, efisien, dan sesuai standar keselamatan radiasi internasional

Comment