Home » Berita » Proses Pemanfaatan Gas Alam untuk Memenuhi Kebutuhan Energi Masyarakat

Proses Pemanfaatan Gas Alam untuk Memenuhi Kebutuhan Energi Masyarakat

Proses Pemanfaatan Gas Alam untuk Memenuhi Kebutuhan Energi Masyarakat
Oleh : Dede Farhan Aulawi

Gas alam merupakan salah satu sumber energi fosil yang memegang peranan strategis dalam penyediaan energi modern. Kandungan utamanya berupa metana (CH₄), disertai etana, propana, butana, serta sedikit pengotor seperti CO₂, H₂S, dan uap air. Keunggulannya lebih bersih dibanding minyak dan batu bara sehingga menjadikannya pilihan utama dalam transisi menuju energi rendah karbon. Untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, gas alam melalui serangkaian proses teknis mulai dari eksplorasi hingga distribusi akhir.

Eksplorasi dan Produksi Gas Alam

Tahap awal adalah eksplorasi untuk menemukan cadangan gas yang ekonomis. Melalui survei geologi, geofisika, dan pengeboran eksplorasi, perusahaan migas menentukan lokasi reservoir. Jika cadangan terbukti layak, dilakukan pengeboran produksi untuk mengangkat gas ke permukaan.

Pada fase produksi, gas yang keluar dari sumur biasanya bercampur dengan kondensat, minyak ringan, air formasi, dan partikel. Karena itu gas mentah perlu diproses sebelum dialirkan lebih jauh.

Pemrosesan Gas Alam (Gas Processing)

Sejarah Serangan Terorisme Maritim dan Upaya Penindakannya

Pengolahan gas bertujuan memurnikan gas agar memenuhi spesifikasi untuk transportasi dan konsumsi. Tahapannya meliputi :

a. Pemisahan awal (separation)

Gas dari sumur dialirkan ke separator untuk memisahkan cairan (kondensat, air) dari gas. Tahap ini mencegah korosi dan masalah pada jaringan pipa.

b. Penghilangan pengotor

Gas alam mentah sering mengandung CO₂, H₂S, dan uap air. Melalui proses sweetening dan dehidrasi, zat pengotor dihilangkan sehingga gas aman dan bermutu tinggi.

Waspadai Modus Perekrutan Teroris Anak Melalui Ruang Digital

Sweetening menggunakan amina atau membran untuk menghilangkan gas asam.

Dehidrasi memakai glikol atau molekular sieve untuk mengurangi kadar air.

c. Fraksinasi dan pemanfaatan NGL

Komponen berat seperti etana, propana, dan butana dipisahkan melalui cryogenic processing. Produk sampingan ini disebut Natural Gas Liquids (NGL) dan memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama sebagai bahan baku petrokimia dan LPG.

Transportasi Gas Alam

Penerapan Job Safety Analysis (JSA) dalam Meningkatkan Keselamatan Kerja

Setelah memenuhi spesifikasi, gas dikirim ke konsumen melalui dua moda utama :

a. Pipa transmisi dan distribusi (pipeline system)

Pipa merupakan metode paling umum. Gas ditekan oleh compressor station agar tetap mengalir sepanjang jaringan. Sistem pipa terdiri dari :

– Pipa transmisi bertekanan tinggi untuk rute jarak jauh

– Pipa distribusi tekanan rendah menuju kawasan industri dan perumahan

b. LNG (Liquefied Natural Gas)

Jika jaraknya jauh atau melintasi laut, gas dicairkan menjadi LNG pada suhu 160°C untuk mengurangi volumenya hingga 1/600. LNG kemudian diangkut menggunakan kapal tanker khusus, lalu diregasifikasi kembali di terminal penerima.

Distribusi kepada Masyarakat dan Industri

Gas alam yang sudah siap pakai kemudian dimanfaatkan dalam berbagai sektor :

a. Rumah tangga

Gas dipasok melalui jaringan pipa gas kota (city gas) untuk memasak dan pemanas air. Model ini lebih aman dan murah dibanding LPG.

b. Industri dan komersial

Digunakan sebagai bahan bakar boiler, turbin, furnace, serta bahan baku industri pupuk, plastik, dan petrokimia. Stabilitas suplai sangat penting untuk keberlangsungan operasional.

c. Pembangkit listrik

Pembangkit listrik berbahan bakar gas (PLTG atau PLTGU) menjadi tulang punggung pasokan energi modern. Keunggulannya adalah :

– Emisi lebih rendah
– Respons cepat terhadap perubahan beban
– Efisiensi tinggi pada sistem turbin gas–uap (combined cycle)

d. Transportasi

Gas alam terkompresi (CNG) dan LNG digunakan sebagai bahan bakar kendaraan umum maupun logistik, yang menghasilkan emisi lebih rendah dibanding solar dan bensin.

Keuntungan dan Tantangan Pemanfaatan Gas Alam

Keuntungan :

– Lebih ramah lingkungan: emisi CO₂ dan partikulat lebih rendah.
– Cadangan cukup besar serta harga lebih stabil.
– Multifungsi: dapat menjadi bahan baku industri dan bahan bakar.

Tantangan :

– Keterbatasan jaringan infrastruktur pipa.
– Ketergantungan pada teknologi pemrosesan dan logistik berbiaya tinggi.
– Potensi kebocoran metana yang berdampak pada pemanasan global.
– Kebutuhan regulasi dan tata kelola keselamatan yang ketat.

Jadi, pemanfaatan gas alam untuk kebutuhan energi masyarakat merupakan proses panjang yang melibatkan tahapan eksplorasi, produksi, pemurnian, transportasi, dan distribusi hingga ke pengguna akhir. Keunggulan gas alam sebagai energi bersih dan efisien menjadikannya komponen penting dalam strategi ketahanan energi nasional. Dengan pengembangan infrastruktur yang memadai, gas alam dapat menjadi jembatan menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement